(0274) 515251
smkpiri1yk@gmail.com
Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, INA. 55225
blog-img
18/10/2021

PERPUSTAKAAN AL-ILMI

Punky Indra P. | Pendidikan

Perpustakaan Al-Ilmi adalah perpustakaan milik SMK PIRI 1 Yogyakarta yang bertujuan  sebagai sarana bagi para siswa untuk belajar menjadi manusia yang memiliki literasi informasi, yaitu siswa yang mampu mengidentifikasi kebutuhan informasinya, belajar mencari dan menemukan sumber-sumber informasi yang sesuai dengan kebutuhannya, sampai menemukan informasi yang dibutuhkannya, lalu memanfaatkan informasi tersebut, dan akhirnya mampu mengevaluasi sejauhmana kebutuhan informasinya sudah dapat terpenuhi.

Manfaat lain dari siswa yang sudah memiliki literasi informasi inilah yang akan unggul dalam persaingan di jaman globalisasi dimana kehidupan masyarakat sudah berbasis informasi. Perpustakaan sekolah memiliki peluang yang lebih besar dalam menciptakan literasi informasi di kalangan para siswa, karena di lingkungan sekolah terdapat peran para guru  yang akan menjadi pembimbing bagi para siswa, disamping adanya peran dari staf perpustakaan (guru pustakawan) yang akan membantu para siswa.

Hal yang dapat diupayakan untuk  memenuhi kebutuhan sumber informasi siswa yakni dengan melengkapi koleksi perpustakaan seperti penambahan buku-buku bacaan. Buku merupakan media untuk mendapatkan wawasan, pengetahuan, informasi, dan hiburan. Selain itu, buku dapat menjadi media terapi atau penyembuhan bagi siswa penderita gangguan mental, seperti gangguan kecemasan, trauma, dan stres.

Pemanfaatan buku sebagai media terapi disebut biblioterapi. Jachna (2005:1) mengatakan biblioterapi adalah dukungan psikoterapi melalui bahan bacaan untuk membantu seseorang yang mengalami permasalahan personal. Metode terapi ini sangat dianjurkan, terutama bagi para siswa yang sulit mengungkapkan permasalahannya secara verbal.

Biblioterapi telah dikenal sejak zaman Yunani Kuno. Di atas gedung Perpustakaan Thebes terdapat patung yang melukiskan orang yang tengah bosan dan dibawahnya ada manuskrip berbunyi tempat penyembuhan jiwa (the healing place of the soul). Ide pemanfaatan bahan bacaan sebagai media terapi pada zaman itu dicetuskan oleh Plato.

Asal kata Biblioterapi dari kata biblion dan therapeia. Biblion berarti buku atau bahan bacaan, sementara therapeia artinya penyembuhan. Jadi, biblioterapi dapat dimaknai sebagai upaya penyembuhan lewat buku. Bahan bacaan berfungsi untuk mengalihkan orientasi dan memberikan pandangan-pandangan yang positif sehingga menggugah kesadaran penderita untuk bangkit menata hidupnya.

Secara medis, pemikiran Plato diteruskan oleh Rush dan Galt pada 1815-1853. Lewat percobaan-percobaan medis, keduanya berkesimpulan bahwa bahan bacaan dapat dipadukan dengan proses bimbingan konseling, terutama untuk menciptakan hubungan yang hangat, mengeksplorasi gaya hidup, dan menyarankan wawasan mendalam. Tujuan dari proses konseling itu sendiri yakni untuk membantu individu agar menjadi pribadi yang lebih fungsional, mencapai integritas diri, identitas diri, dan aktualisasi diri.

 

Bagikan Ke:

Populer